Entah apa yang salah dengan perutku kemarin.

Biasanya kalau pagi hari aku makan roti “whole grain” yang sepenuhnya terbuat dari gandum. Kemarin itu setelah satu jam aku lanjutkan makan pisang sekedar untuk selingan pagi. Bosan duduk, satu jam kemudian aku pergi ke kantin kantor dan melihat gerai pembuat jus sayur dan buah lagi sepi.

“Minum jus sayur dulu ah, biar imbang makananku,” kataku dalam hati.

“Bang, tolong buatkan jus sayur campuran paria (pare – sayur yang pahit itu), timun, seleri, sama tomato. Tak mau gula ya,” pintaku.

“Gula tak mau! Bungkus atau minum,” tanya si penjual.

“Minum langsung,” lanjutku lagi.

Jadilah aku minum segelas jus sayur itu. Rasanya tidak usah ditanya. Pahit…, soalnya ada paria katak yang kecil tu. Tak apa untuk kesehatan, aku menguatkan diri dalam hati.

Setelah itu aku merasa ada sesuatu yang salah dengan perutku. Tapi aku biarkan saja. Satu jam kemudian aku makan sebuah biskuit. Uppss…perutku tiba-tiba terasa mual. Keringat dingin mulai menetes. Karena tak tahan lagi aku langsung lari ke toilet dan memuntahkan semua isi perutku dengan hebat. Bau buah paria terasa menyengat. Setelah itu baru aku merasa enak kembali.

Aku curiga, jangan-jangan campuran jus sayurku salah, atau aku makan jus sayur yang berisi paria pada saat perut setengah kosong. Ada jawaban?