Seperti biasa setelah kursus musik di minggu sore, anak-anakku ingin makan ayam Tandori di sebuah restoran Kandar di depan tempat kursus. Mereka suka sekali dengan ayam Tandori yang disertai dengan roti Nan. Rasanya lebih berbumbu (spicy) daripada makan di KFC atau Mc’Donalds.

Namun pada hari itu ada sesuatu yang baru di restoran itu. Ketika seorang pelayan restoran Kandar menanyakan menu apa yang kami mau pesan hari ini, aku sempat melirik ke tangannya. Wah, ternyata dia menggunakan HTC untuk menerima pesanan. Kalau dulunya pakai kertas dan sebuah pulpen, sekarang pakai layar sentuh di HTC tersebut.

“Wah…sudah canggih sekarang ini,” komentarku dengan takjub.

Si pelayan cuma mesem-mesam saja, sambil tersenyum malu.

“Minta ayam Tandori dua set dengan roti Nan, teh tarik empat, sama teh tarik halia satu.”

Si pelayan dengan cekatan memasukkan menu pesanan itu ke dalam HTC nya. Sepertinya ada program database di dalamnya. Setelah menerima pesanan, dia menuju ke kounter untuk mentransfer menu pesanan ke sebuah komputer. Komputer di tempat kasirpun pakai layar sentuh juga.

Hebat juga pemilik restoran Kandar ini berinisiatif. Dia tidak segan-segan mengeluarkan uang banyak untuk membuat pelanggannya merasa nyaman dan sekaligus memperbaiki sistem pembayaran di kedainya itu. Memang dalam hal pelayanan, restoran Kandar memang top. Itu belum lagi fasilitas gratis WiFi yang tersedia di hampir semua restoran Kandar.