Pada suatu sore, saya melihat anak saya, Nabila, sedang makan nasi. Saya melihat piringnya hanya berisikan nasi putih dengan dua tempe goreng.

“Kok nggak ada sayur?” aku menegurnya.

“Oh, sayur sedang dimasak bunda,” jawabnya dengan cepat dan lugas.

Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Memang betul kata dia. Tak lama kemudian, bunda Nabila menghidangkan sayaur yang masih panas di atas meja makan.

“Nabila, tuh sayurnya sudah siap, ayah ambilkan ya?” aku menawarkan diri.

“Tapi nasi Nabila sudah habis…Nabila nggak bisa makan sayur kalau tidak ada nasi,” jawab Nabila.

“Kalau gitu tambah aja nasinya lagi”.

“Nabila sudah kenyang, nggak sanggup makan nasi lagi”.

Sekali lagi aku terdiam.

Di lain waktu, ketika Nabila mau makan, aku melihat sayur sudah tersedia di meja. Dengan cepat aku menyuruh dia mengambil sayur tersebut. Apa jawabnya?

“Nabila nggak suka sayur yang banyak batangnya…Nabila cuma suka makan wortel sama sayur yang dulu bunda masak,” jawabnya lagi dengan memelas.

Pandai benar si Nabila berkelit supaya tidak makan sayur. 1001 alasan diutarakannya agar tidak makan sayur🙂