Mau cerita bagaimana proses pengurusan badanku yang berhasil dengan gilang-gemilang. Bukan apa-apa, aku melihat ada kawan-kawan kita yang agak subur badannya. Padahal badan yang terlalu gemuk pun menjadi sarang segala penyakit. Tambahan lagi, penampilan jadi tidak ganteng atau cantik lagi. Bukannya mereka tidak mengerti dengan resiko-resiko tersebut. Masalahnya untuk menguruskan badan bukan hal yang mudah. Yang paling utama ia memerlukan tekad atau motifasi yang kuat. Kemudian baru diikuti dengan cara pengurusan yang benar.

Diet Gula

Berat badanku pernah melebihi 20 kg. Dengan tinggi yang hanya 160 cm, berat badan sebesar 78 kg memang sungguh mengkhawatirkan. Harusnya berat idealku adalah 54 kg. Berbagai macam cara pernah aku coba. Mulai dari makan makanan/minuman diet sampai dengan olah raga yang berat. Sayangnya usaha-usaha tersebut hanya memberikan kesan penurunan sementara saja. Setelah itu meningkat lagi dengan cepat.

Misalnya saja aku pernah mengikuti program pengurusan berat badan selama 3 bulan dengan minum susu pengganti makan sebanyak 3 kali sehari. Memang aku sukses menurunkan berat badan hingga 68 kg dari berat sebelumnya yang mencapai 78 kg. Tapi aku melaluinya dengan penderitaan yang berat karena harus menahan keinginan untuk makan. Setelah tidak mengkonsumsi makanan diet itu, berat badanku meningkat dengan pesat. Ada beberapa kali aku mengikuti program seperti ini. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti, karena ia memerlukan uang yang banyak untuk membeli produk diet tersebut.

Aku kemudian mencoba cara lain dengan mengikuti saran kawanku untuk berlari di threadmill sekitar 5 km sehari selama 3 bulan. Sayangnya aku cuma berhasil menurunkan berat badan hanya 5 kg saja setelah 3 bulan berlalu. Sungguh mengecewakan. Apalagi selama 3 bulan tersebut, aku selalu merasa sangat lelah pada malam harinya, akibat jogging yang terlalu berat.

Akhirnya aku menemukan cara menurunkan berat badan tanpa harus merasa kelaparan dan keletihan. Cara ini disebut dengan diet gula. Ya betul diet GULA. Aku memulai diet ini sebelum puasa kemarin, dimana aku tidak minum atau makan yang mengandung gula, seperti teh manis, kue-kue, biskuit, roti putih, dll. Aku hanya makan nasi putih dengan jumlah yang kecil kurang dari 150 gram, ditambah dengan banyak sayur dan lauk seperti tahu, tempe atau ikan. Aku juga berusaha menghindari makanan yang digoreng dan juga segala macam daging (ayam, lembu dan kambing). Bukan berarti aku tidak makan menu tersebut sama sekali. Sekali-kali aku makan ayam goreng, tapi dalam porsi kecil. Satu lagi, akan lebih sehat kalau makanan itu digoreng sendiri di rumah dengan menggunakan minyak goreng yang bagus.

Berdasarkan pengalamanku, diet gula bisa menguruskan perut yang buncit dan pantat yang kegedean dalam waktu cepat.

Diet Selama Bulan Puasa

Sebelum bulan puasa, beratku sekitar 67 kg. Itu kira-kira dua bulan yang lalu. Nanti aku beritahukan berapa beratku yang terakhir. Kenapa aku mulai diet pada bulan puasa? Karena bulan puasa ini merupakan saat yang tepat untuk menahan nafsu makan dan minum.

Pada saat sahur, aku hanya makan nasi putih sekitar 100 gr. Kenapa nasi putih harus sedikit? Nasi putih mengandung kadar gula yang tinggi. Ini bisa membuat anda gemuk, kalau kerjaan anda hanya duduk di belakang meja di kantor. Lain halnya kalau anda pekerja lapangan seperti kuli bangunan atau tukang becak. Akan lebih bagus kalau nasi putih digantikan dengan beras merah, beras perang atau beras basmati. Harganya memang mahal, tapi kadar gulanya rendah.

Karena nasinya sedikit, jangan lupa banyak makan sayur, terutama sayur yangmengandung serat yang tinggi. Serat yang tinggi bisa membuat anda kenyang dalam waktu yang lama. Tapi ingat ya, jangan makan sayur yang dicampur dengan dengan santan. Bahaya tuh. Kalau sangat ingin makan gulai sayur, gantilah santan dengan susu cair. Dalam masalah lauk-pauk, usahakan makan ikan yang direbus seperti ikan asam pedas atau tahu dan tempe yang tidak digoreng. Boleh makan ikan goreng, tapi sekali-kali saja. Makan goreng-gorengan ini membuat cepat gemuk juga.

Menu yang sama juga dimakan ketika berbuka puasa. Hindari makanan atau minuman yang manis seperti kurma, kolak, teh manis, es teler, atau semacamnya. Cukup minum teh yang dicampur dengan gula diabetes.

Sehabis tarawih, kalau lapar cukup dengan dengan makan buah seperti sirsak atau apel hijau. Hindari buah durian, rambutan, nangka, langsat, anggur, strawberry, atau pisang ambon. Mereka mengandung kadar gula yang tinggi. Boleh juga makan pepaya atau mangga dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

Selama bulan puasa itu, aku kehilangan berat badan hampir 5 kg. Celana yang dulunya ketat, sekarang menjadi longgar. Terpaksa beli celana baru di ITC Semanggi. Soalnya waktu itu, aku sedang cuti di Jakarta🙂

Diet Setelah Bulan Puasa

Program ini tetap aku lanjutkan setelah puasa. Aku tidak kebobolan selama hari raya. Kalau mau makan lontong, makanlah secukupnya pada waktu makan. Jangan sampai kita makan lontong di merata tempat, habis badan jadi gemuk lagi. Tapi yang pasti, minuman manis dan segala macam kue aku hindari. Kalau sudah kepingin sekali aku cicipi satu buah, terus aku lari biar tidak terambil lagi🙂

Pada saat bertamu ke rumah pamanku di Bekasi Timur, beliau membuat gulai daging bebek Aceh. Wow sedapnya. Pada mulanya aku enggan untuk makan. Tapi makcikku menyarankan supaya dicoba sedikit saja, supaya tidak menyesal. Aku turutin saja sarannya. Memang tidak rugilah makin gulai bebek Aceh tersebut. Kesimpulannya makan sedikit-sedikit seperti itu tidak akan menggemukkan badan anda. Yang penting tidak berlebihan.

Bagaimana programku setelah hari raya? Program tetap berjalan dengan mulus, karena sudah biasa selama puasa. Untuk makan pagi aku makan roti whole grain (gandum penuh) dengan selai untuk orang diabetes. Kelebihan roti ini adalah kadar gulanya yang rendah dibandingkan dengan roti putih biasa. Roti putih dibuat dari tepung terigu yang mengandung kadar gula yang tinggi. Kalau tidak ada roti tersebut, bolehlah makan nasi secukupnya (sekitar 100 gr), ditambah dengan sayur mayur yang banyak. Sekitar jam 10, anda bisa makan makanan selingan ringan seperti buah apel, pisang, atau crackers yang tidak ada gula. Mau minum teh dengan gula diabetes pun ok juga.

Kalau paginya sudah makan nasi, siangnya tidak perlu makan nasi lagi. Cukup dengan makanan ringan seperti sup tahu, atau yang sejenis dengannya. Yang penting jangan sampai anda merasa kelaparan. Kalau tidak anda bisa kena maag atau bahkan balas dendam di kemudian hari. Jam 3 sore, makan makanan selingan lagi. Di antara jam-jam yang yang disebutkan tadi, jangan sekali-kali anda makan cemilan (snack). Walaupun sedikit, makan cemilan bisa menambah berat badan secara tak terduga. Jadi berhatil-hatilah. “Zero tolerance” untuk makanan cemilan.

Sekitar jam 5 atau 6 sore, anda bisa makan nasi seperti menu buka puasa di atas. Jangan terlalu lambat makan malamnya. Sekitar jam 8 malam, kalau anda kelaparan, anda bisa makan buah atau makanan ringan yang tidak mengandung gula.

Begitulah rutin diet saya setiap harinya.

Anda Mau Juga?

Jadi berapa berat badanku sekarang? Pada saat ini berat badanku adalah sekitar 56.7 kg. Bayangkan turun sekitar 10 kg selama dua bulan, tanpa harus kelaparan dan berolah raga yang berat-berat. Tentu saja, aku masih olah raga rutin seperti joging, tapi yang ringan saja. Yang penting badan menjadi fit dan peredaran darah lancar.

Sekarang ini, asal jumpa dengan orang-orang yang pernah melihat ketika aku gemuk dulu, mereka jadi kaget. Macam-macam komentarnya seperti “Wow, you look like a high school student“. Apa resepnya? Setelah aku beritahu bahwa resepnya adalah diet gula, kebanyakan dari mereka tidak sanggup melakukkannya, karena mereka sudah ketagihan dengan makan dan minuman yang mengandung kadar gula yang tinggi.

Anda tertarik dengan metode itu? Kalau iya segera lakukan sekarang juga, jangan ditunda-tunda. Sebagai motifasi anda bisa membayangkan bentuk badan anda dalam dua atau tiga bulan lagi atau ingat penyakit yang bisa dihindari seperti diabetes atau kolesterol.