Kalau kita ada rencana makan gulai atau sate kambing, maka orang-orang sudah pada mewanti-wanti.

“Hati-hati Win, nanti bisa kena darah tinggi,” kata si polan.

“Kolesterol euy…,” kata kawan dari Bandung.

“Ingat-ingat umur bang, abang sudah tidak muda lagi, penyakit kolesterol sudah mulai mengintip tuh”, nasihat si polen.

Belum lagi cerita dari orang kampung yang mengatakan bahwa pak anu jadi lumpuh gara-gara serangan jantung. Kemarin baru saja bapak itu makan gulai kambing di kmapung seberang. Tidak tanggung-tanggung, tiga porsi sekaligus. Habis enak katanya.
Kalau sudah kebanyakan orang mengatakan begitu, berarti memang benar makan daging kambing bisa menyebabkan darah tinggi. Akhirnya ketakutan itu mempengaruhi pikiran kita juga. Baru makan daging kambing sedikit sudah merasa pening. Padahal itu mungkin faktor psikologis saja.

Betulkah cerita-cerita itu? Atau jangan-jangan itu hanya sekedar mitos (myth) yang perlu pembuktian lebih lanjut seperti yang ada di dalam acara Myth Buster di Discovery Channel. Pada intinya acara itu berusaha membuktikan mitos-mistos yang sudah terlanjur dipercaya oleh orang banyak. Kebanyakan hasil percobaan tersebut membuktikan bahwa mitos-mitos itu tidak benar.

Pandangan selama ini yang mengatakan bahwa makan daging kambing bisa menyebabkan darah tinggi, ternyata tidak benar. Kadar lemak daging kambing sama dengan daging ayam yaitu sekitar 3% saja. Mungkin anda makan daging biri-biri, bukan daging kambing. Kalau daging biri-biri, memang kadar lemaknya lumayan tinggi, bisa mencapai 16%.

Dalam 100 gram daging kambing yang dipanggang hanya mengandung 143 kalori, 27 gram protein, 3 gram lemak, 3.7 milligram zat besi, 85 milligram sodium dan 75 milligram kolesterol. Kalau dimasak, dalam 3 ons daging kambing hanya ada 2.58 gram lemak dan 0.79 asam lemak. Bandingkan dengan daging biri-biri yang mengandung 16 gram lemak dan 7.9 gram asam lemak.

Kalau dikatakan bahwa makan daging kambing bisa membuat panas badan, memang betul. Di beberapa negara yang memiliki musim dingin, makan daging adalah suatu keharusan karena ia bisa memanaskan badan secara alami.

Menurut pakar bioteknologi peternakan Malaysia, Prof Dr Ramli Abdullah, kadar lemak dan kolesterol kambing lebih rendah dari kadar lemak biri-biri dan lembu. Bahkan sebuah universitas di New York melakukan penelitian dengan memberikan daging kambing kepada penderita kardiovaskular.

Jadi kesimpulannya marilah kita makan daging kambing-kambing beramai-ramai. Kok aku jadi lapar nih. Kalau begitu, nanti sore mau beli sate kambing ah…

“Mau pesan Win.”

“Boleh-boleh, mau berapa tusuk, jangan lupa fulusnya juga ya?”

Sumber berita lainnya
Kambing bukan punca darah tinggi