Sewaktu berada di dalam lift kantor, salah seorang penumpang lift melirik ke “tag” nama aku, lalu menyapa aku, “Erwin, kamu kelihatan berkeringat sekali. Baru dari luar ya?”

Aku sedikit terkejut dengan sapaannya, soalnya lagi setengah melamun. Ternyata salah seorang manajer di tempat kerja saya, “Iya…saya baru balik dari Fitness Center”.

“Jauh ya? Di tempat saya yang dulu, Fitness Center nya berada di bangunan yang sama, sedangkan yang sekarang berada di berlainan gedung,” katanya lagi.

Memang betul, kantor di tempat saya bekerja memiliki fasilitas fitness center yang lumayan lengkap. Yang menjadi masalah adalah jaraknya yang agak jauh. Kalau jalan kaki perlu waktu sekitar mungkin sekitar 30 menit. Saya sering naik motor ke sana yang memakan waktu sekitar 5-10 menit.

“Yah lumayanlah, tapi saya tidak ada pilihan. Dengan pekerjaan saya yang duduk di depan komputer seharian ditambah lagi umur yang hampir mencapai 40 tahun, saya tidak ada pilihan kecuali “excersise” setiap hari pada saat waktu makan siang kantor,” kataku menerangkan panjang lebar. “Kalau tidak, penyakit darah tinggi dan kolesterol akan mengancam saya”.

“Emm..saya tidak waktu untuk olah raga, terlalu sibuk dengan kerja kantor. Padahal umur saya sudah di atas 40 tahun,” lanjutnya lagi. “Akibatnya penyakit-penyakit sudah mulai mendekati saya”.

“Paksalah kalau gitu. Tidak ada cara lain,” saran saya lagi.

Begitulah percakapan saya dengan seorang manajer. Itu kali kedua saya menjumpai kawan sekantor yang mengatakan tidak sempat kerja gara-gara terlalu sibuk dengan kerjanya. Saya dulunya seperti itu juga. Tapi sekarang saya tidak peduli lagi, sibuk atau tidak sibuk, saya harus meluangkan waktu untuk berolah raga setiap harinya. Kalau dituruti, pekerjaan tidak akan ada habisnya. Yang pasti saya tidak mau mati untuk perusahaan tempat saya kerja.

Pernah terpikir untuk naik sepeda ke kantor. Tapi mengingat suasana jalan raya yang sangat sibuk, dimana kenderaan melaju dengan kencang, aku mengurungkan niat tersebut. Mau sehat, ternyata malah berakhir di rumah sakit, gara-gara disenggol sama truk atau bus.

Jadi sekarang ini cukuplah “jogging” di “treadmill” sejauh 5-6 km setiap harinya. Tiga bulan melakukan hal tersebut secara konsisten, bisa turun berat badan sekitar 10-11 kg. Tentu saja ini diimbangi dengan diet yang baik, misalnya saja cukup makan nasi sekali saja sehari. Itu berdasarkan pengalaman salah seorang kawanku yang mampu menurunkan berat badan hingga 11 kg selama 3 bulan dengan hanya berlari di “treadmill” tersebut. Jadi termotifasi juga.

Ada yang mau mencoba?